Meski Puas Dengan Kinerja Ahok, Warga Jakarta Nyatakan Tak Mau Memilihnya

ahok-djarot

Angka Mujur –┬áPasangan cagub dan cawagub nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, rupanya harus bekerja cukup keras untuk memenangkan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Seperti yang diketahui, elektabilitas Ahok-Djarot kini tak lagi berada di posisi pertama. Hasil survei terbaru, menyatakan bahwa Ahok dengan elektabilitas 26,2 persen menempati posisi kedua. Sedangkan posisi pertama diduduki oleh Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dengan elektabilitas 30,4 persen.

Sementara itu, pasangan cagub dan cawagub nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menduduki posisi terakhir dengan elektabilitas 24,5 persen. Angka yang begitu tipis antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga ini bukan tak mungkin Anies-Sandiaga mampu mengungguli Ahok-Djarot.

Menurunnya elektabilitas Ahok-Djarot ini, bukan karena kinerja mereka yang buruk, melainkan adanya perbedaan antara hati dan pikiran warga Jakarta. Hasil survey terbaru Indikator, mengungkapkan bahwa warga Jakarta merasa puas terhadap kinerja Ahok selama menjabat. Namun, mereka menyatakan tidak akan memilih Ahok pada Pilkada 2017 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, yang mengumumkan hasil survei ini, elektabilitas Ahok menurun karena pendapatnya mengenai Surat Al Maidah ayat 51 yang kini ramai diperbincangkan. Bahkan, karena pernyataannya tersebut, Ahok kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama dan masih menjalani pemeriksaan.

Burhan menambahkan, meski survei yang dilakukan pada 15 November hingga 22 November 2016 ini hanya melibatkan 798 responden warga DKI Jakarta yang telah memiliki hak pilih, ia yakin sudah bisa mewakili populasi.

Fenomena kepuasan pada kinerja yang berbanding terbalik terhadap elektabilitas ini, menurut Burhan baru pertama kali ditemuinya. Menurutnya, kepuasan warga Jakarta akan kinerja Ahok, tergerus oleh opini yang bergulir selama sebulan terakhir. Ini tentu saja merupakan fenomena menarik dan membuat Burhan tertarik untuk menjadikannya bahan disertasi.